Bank Sampah Inovasi Mengatasi Sampah di Desa

Bank Sampah Inovasi Mengatasi Sampah di Desa

Sahabat swadesa.com, inovasi dapat berasal dari mana saja, dari persoalan yang ada dan potensi yang kita miliki. Misalnya, dari persoalan sampah yang ada dilingkungan kita. Nah, hal ini bisa kita pelajari dari warga di Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Persoalan sampah adalah isu yang sering kali muncul dalam pengelolaan lingkungan desa yang bersih dan bebas dari sarang penyakit. Tidak dapat dipungkiri, kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pemilahan terhadap sampah tidak serta merta dapat berjalan dengan mudah.

Masih sering kita temui di sudut-sudut desa keberadaan tumpukan sampah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga memunculkan satu area pembuangan sampah di lahan kosong. Hal ini, tentu merugikan orang lain yaitu pemilik lahan, juga merugikan kita bersama sebagai bagian dari warga desa yang hidup dan berkegiatan di area tersebut. Dalam jangka panjang, akan menimbulkan masalah ksesehatan dan kebersihan lingkungan jika tidak diatasi.

Kondisi semacam ini, kemudian memunculkan banyak inovasi yang digunakan untuk mengatasi dan memberikan pemahaman betapa pentingnya mengelola sampah. Salah satunya dengan membuat Bank Sampah. Mari, sahabat swadesa.com kita belajar dari keberhasilan Bank Sampah di Desa Cibateng.

Sejak tahun 2013, untuk menangani permasalahan sampah, masyarakat Desa Cibanteng RT 07 RW 06 berinovasi mendirikan Bank Sampah Asri Mandiri. Bank Sampah Asri Mandiri memiliki tujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah. Dengan cara melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk mengumpulkan sampah, khususnya sampah rumah-tangga, yang kemudian akan dikirim atau ditampung oleh bank sampah sebagai tabungan warga. Saat ini, Bank Sampah Asri Mandiri memiliki 158.

Konsep Bank Sampah dalam mengumpulkan dan menampung sampah dari masyarakat hampir sama dengan model menabung pada umumnya, hanya saja, sampah yang ditabung akan dapat diambil menjadi sejumlah uang. Model Bank Sampah ini, menjadi langkah dalam mendidik masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan mendapat manfaat secara ekonomi.

Proses kerja Bank Sampah dapat dibilang cukup sederhana namun memerlukan keahlian; sampah-sampah yang berasal dari rumah warga akan disortir menjadi dua, yaitu sampah organik dan sampah non organik. Sampah organik akan diolah menjadi bahan baku pupuk, sedangkan sampah non organik akan diolah menjadi kerajinan, atau daur ulang. Kegiatan Bank Sampah ini pun pada akhirnya memberikan lapangan kerja baru.

Inovasi dari Bank Sampah Asri Mandiri, kini telah mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Cibanteng dalam pengelolaan dan pengembangannya. Keberadaan dan sinergi dalam pengelolaan sampah ini kemudian mengantar Desa Cibanteng dalam menyangdang predikat pertama sebagai pengolahan sampah terbaik dan program kampung kreatif dari Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

Apa yang dilakukan warga Desa Cibateng dalam menyelesaikan persoalan sampah menjadi nilai ekonomi melalui Bank Samppah kiranya dapat kita tiru dalam upaya mengatasi perosalan sampah dilingkungan kita. Semoga, pembahasan kali ini bermanfaat. Salam. /ryanstori.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *