Bonsai Kelapa Gading Hasil Inovasi Warga Desa Sidareja

Bonsai Kelapa Gading Hasil Inovasi Warga Desa Sidareja

Anda pasti tahu tanaman hias bernama bonsai? Atau Anda memilikinya? Atau Anda justru hobi membuat tanaman bonsai? Bonsai (盆栽) adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman (sai, ) dilakukan di pot dangkal yang disebut bon ().

Bonsai adalah jenis tanaman yang pertama kali ada di Jepang. Teknik bonsai ini kemudian digemari dan menyebar ke seluruh dunia, tentu saja sampai di Indonesia. Di Indonesia sendiri komunitas pencinta dan pencipta bonsai begitu banyak, salah satunya adalah Komunitas Bonsai Desa Sidareja.

Komunitas Bonsai Desa Sidareja, adalah warga desa yang tinggal di Desa Sidareja, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Menjadi unik dari komunitas ini adalah, mereka melakukan inovasi untuk membonsai pohon kelapa. Ya, inovasi yang kemudian menghasilkan Bonsai Kelapa Gading.

Seperti pepatah, “tidak ada rotan akar pun jadi” begitulah filosofi yang menjadi motivasi warga Desa Sidareja untuk menciptakan inovasi bonsai dari Kelapa Gading. Komunitas Bonsai Desa Sidareja diketuai oleh Madsyaeni, saat ini komunitas ini secara aktif memiliki 9 orang anggota.

Awalnya, Madyaeni dan kawan-kawan, di saat menggeluti hobi bonsai sempat diragukan oleh warga sekitar. Karena terkesan main-main dan tidak bermanfaat. Maklum, tidak semua warga desa memahami inovasi dan potensi yang sedang digarap oleh Madyaeni.

Inovasi bonsai dari bibit kelapa gading, karena bahan bakunya melimpah dan mudah didapatkan. Selain itu dalam pengerjaannya juga memerlukan proses yang lebih cepat, dibanding pohon bonsai jenis lain. Setelah melalui proses pembonsaian dan pembentukan dalam pot, sehingga memiliki nilai seni tinggi, maka bonsai kelapa gading siap di pasarkan.

Harga jual bonsai kelapa gading dari kelompok ini antara Rp. 300.000 – Rp. 500.000, bisa juga lebih dari nilai itu, harga tergantung tingkat kesulitan dan bentuk seni yang didapatkan. Permintaan pasar terhadap bonsai kelapa gading cukup tinggi. Hal ini kemudian mendorong Kelompok ini untuk menarik warga sekitar, membuat bonsai.

Komunitas ini tidak sendirian dalam upaya pengembangan produk. Dalam rencana, nanti akan masuk sebagai bagian dari unit usaha Badan Usaha Milik Desa. Dengan adanya kerja sama dan pengembangan, tentu akan lebih baik lagi dalam pengelolaannya. Hal ini, juga akan menjadikan penghasilan tambahan bagi masyarakat, dan dapat menjadi bagian atau ikon Kecamatan Sidareja.

Melalui kerja keras dan inovasi yang dilakukan Madyaeni dan kawan-kawan. Kita bersama belajar, bahwa apa yang menjadi hobi kita, pun dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan, dan dalam upaya mengembangkan jangan khawatir karena desa, selalu siap membantu dalam pengembangan melalui keberadaan Badan Usaha Milik Desa.

Semoga, pembahasan kali ini menjadi motivasi kita dalam upaya mengembangkan dan menggali potensi kita, dan menumbuh kembangkan jiwa wirausaha kita. Semoga bermanfaat salam. [ Ryanstori ]

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *