Desa Wisata Samiran Destinasi Boyolali dari Ketinggian

Desa Wisata Samiran Destinasi Boyolali dari Ketinggian

Pernah mendengar Desa Samiran? Atau Anda pernah berkunjung ke Desa Samiran? Ya, Desa Samiran pada awalnya memang bukan destinasi wisata, namun saat ini telah bertransformasi menjadi desa wisata, dan menjadi salah satu tujuan destinasi wisata yang hit di daerah Boyolali dan sekitarnya. Mari, mengenal lebih dalam tentang Desa Wisata Samiran.

Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah saat ini memiliki satu lagi destinasi desa wisata yang tengah ramai di media sosial. Nama Desa Wisata ini adalah Desa Samiran, secara geografis desa ini terletak di kawasan lereng Gunung Merapi, dan berada di ketinggian 1000 MDPL (Meter Dari Permukaan Laut).

Letaknya yang berada di ketinggian dan masuk pada kawasan Gunung Merapi, menjadikan Desa Samiran memiliki banyak tempat yang berpotensi menjadi area wisata. Yang menjadi andalan dan potensi wisata tentu saja wisata dengan pemandangan alam pegunungan. Juga, keberagaman tradisi dan budaya masyarakat.

Desa Samiran, selain memiliki hamparan pemandangan alam yang memesona dan menjadi objek wisata, juga berbenah menjadikan keseharian masyarakat yang bekerja sebagai petani dan peternak, untuk ditingkatkan secara profesional dan menjadi bagian dari atraksi pariwisata. Tentu, kolaborasi dan penyatuan antara alam dan kehidupan masyarakat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Di mana, pengunjung adalah mereka yang rata-rata berasal dari kota sekitar, yang sudah tidak lagi ‘berkegiatan sebagai petani atau peternak’, sehingga sangat antusias menyaksikan kegiatan tersebut.

Maka, transformasi Desa Samiran dari desa biasa menjadi desa yang menghadirkan atraksi wisata dengan berbagai wahana yang kian lengkap ini, kiranya patut kita apresiasi. Dan, dalam perjalanannya, keberhasilan dari Desa Samiran ini tidak lepas atas peran serta pihak lain, salah satunya dari Yayasan Dana Sejahtera Mandiri atau Damandiri yang dikelola oleh keluarga Cendana.

Keterlibatan Damandiri dalam upaya mengembangkan Desa Samiran sudah berlangsung sejak jauh hari. Ketika era pemerintahan Presiden Soeharto, melalui Yayasan Damandiri keluarga Cendana telah memberikan berbagai bantuan dalam upaya pengembangan Desa Samiran, seperti; bantuan dana, latanisasi, rumah tinggal, beasiswa,  pengadaan bibit buah, dan program-program lain yang sejalan dengan tujuan memajukan Desa Samiran.

Desa Samiran, sebagai desa wisata yang berada di atas ketinggian, mencoba menghadirkan tempat untuk digunakan pengunjung melihat pemandangan yang terhampar luas, yaitu dengan membangun Menara Pandang. Kemudian pengunjung akan dimanjakan dengan kegiatan masyarakat bertani dan berternak, sehingga pengunjung akan betah berlama-lama, dan tidak sedikit yang memutuskan untuk tinggal, guna menikmati alam di malam hari dan menikmati mata hari terbit dan terbenam.

Ketika akhir pekan, setidaknya mencapai 200-an pengunjung yang datang ke destinasi wisata di Boyolali ini. Mengingat, keberadaannya juga baru dipublikasikan secara resmi pada tahun 2017, maka kunjungan yang ada ini memotivasi pengelola untuk terus meningkatkan fasilitas yang ada agar peningkatan kunjungan harian dapat terus bertambah.

Sebagai catatan dari pengelola Desa Wisata Samiran adalah perlu adanya peningkatan usaha-usaha masyarakat di sekitar area wisata seperti; usaha kuliner, kerajinan, kesenian yang menjadi ciri khas dari Desa Samiran. Selain tentu saja, masih menjadi pekerjaan rumah adalah menggencarkan media pemasaran dan promosi, agar keberadaan Desa Wisata Samiran semakin banyak dikenal publik. Misalnya, dengan strategi promosi melalui media sosial.

Keberadaan Desa Wisata Samiran, menjadi motivasi bagi kita bersama untuk percaya bahwa setiap desa memiliki potensi yang bisa menjadikan nilai ekonomi dan kegiatan bermanfaat bagi warga desa, salah satunya melalui kegiatan wisata. Karenanya, kita dalam upaya mengembangkan desa, harus memiliki kemampuan dalam menggali potensi desa kita. Sehingga, kita paham betul, apa yang menjadi daya tarik dan potensi dari desa kita, ketika hendak membuat desa wisata. Salam desa [ ryanstori ] 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *