Ekowisata Desa Jayagiri, Kembangkan Wisata tanpa Rusak Ekosistem

Ekowisata Desa Jayagiri, Kembangkan Wisata tanpa Rusak Ekosistem

Pernah mendengar nama Desa Jayagiri / Ekowisata Desa Jayagiri? Bagi Anda pecinta musik, Desa Jayagiri pernah menjadi judul lagu salah satu musisi ternama Indonesia. Ya melalui lagu ‘Melati dari Jayagiri’ yang dibawakan dan dipopulerkan oleh Bimbo. Lagu tersebut adalah ciptaan Iwan Abdul Rachman.

Secara administratif Desa Jayagiri masuk wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Desa ini memiliki luas wilayah 946 hektare, yang terdiri dari pemukiman penduduk, hamparan persawahan, perkebunan, dan hutan. Desa ini secara resmi berdiri sebagai sebuah desa sejak tahun 1982, yaitu hasil dari pemekaran Desa Lembang.

Pemerintah Desa Jayagiri bekerja sama dengan Perhutani mengembangkan area yang masih menjadi hutan desa untuk disulap sebagai destinasi wisata alam dan edukasi serta upaya  melestarikan lingkungan hidup. Konsep ini akan menghadirkan ekowisata atau wisata alam tanpa merusak ekosistem yang telah ada.

Keadaan Hutan Jayagiri masih lebat, rindang, dan asri dengan pohon pinus milik Perhutani sebagai pohon utama dan pohon hutan lain yang masih terjaga. Karenanya, dengan dibukanya konsep ekowisata dapat menarik pengunjung yang menyenangi  wisata alam atau jelajah alam dan mendaki gunung. Bagi para pengunjung jangan takut tersesat di hutan, karena sudah dilengkapi dengan papan petunjuk jalan bagi para pendaki, tempat berlindung, pos jaga, toilet, dan tempat sampah.

Pembangunan dan pengembangan Ekowisata Desa Jayagiri ini  dimulai tahun 2015. Warga dan pemerintah desa, mulai membangun sarana dan prasarana  seperti area perkemahan, mancakrida, dan mendirikan panggung seni pertunjukan. Modal atau dana yang digunakan, adalah dana desa tahun 2015.

Saat ini, tercatat setiap tahun tidak kurang dari 25.000 pengunjung datang ke ekowisata Desa Jayagiri. Kegiatan para wisatawan biasanya; untuk berkemah, mengadakan kegiatan pelatihan, bersepeda, mendaki, dan menikmati panorama alam hutan Desa Jayagiri.

Keberadaan wisatawan dan ekowisata ini, pada akhirnya juga memberikan peluang ekonomi bagi para warga desa. Dengan menyediakan makanan dan oleh-oleh khas Desa Jayagiri. Juga berbagai lapangan pekerjaan yang muncul mengikuti perkembangan ekowisata Desa Jayagiri.

Keterlibatan warga dalam pengelolaan kawasan wisata memang tepat, mengingat pengembangan desa wisata memang membutuhkan upaya berkesinambungan yang melibatkan seluruh komponen. Sehingga dalam hal ini pengembangan yang dilakukan berbasis pemberdayaan masyarakat dan partisipasi masyarakat.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *