Inovasi Air Bersih di Desa Jejangkit Timur

Inovasi Air Bersih di Desa Jejangkit Timur

Air adalah kebutuhan pokok dalam kehidupan, air menjadi sumber peting dalam keberlangsungan hidup, terutama kebutuhan air bersih bagi manusia. Maka keberadaan sumber air menjadi sangat penting. Desa Jejangkit Timur misalnya, selama ini menggunakan air tadah hujan dan air sungai sebagai sumber  air untuk kebutuhan sehari-hari.

Menjadi persoalan adalah, air sungai di Desa Jejangkit Timur sangat masam, kalat dan berwarna merah/ keruh, sehingga tidak layak sebagai air kosumsi. Maka warga desa hanya mengandalkan air hujan sebagai air bersih, yang sangat terbatas. Persoalan kelangkaan air bersih ini kemudian memunculkan inisiasi untuk melakukan inovasi desa. Inovasi guna menghadirkan instalasi air bersih bagi warga desa.

Desa Jejangkit Timur terletak di Kecamatan Jejangkit Timur, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Di wilayah Kalimantan Selatan memang telah banyak model instalasi air bersih yang dikelola oleh pemerintah melalui PDAM. Keberadaan PDAM ini kemudian yang menjadi inspirasi dan motivasi warga untuk membuat PDAM versi mereka di Desa Jejangkit Timur.

Setelah memahami cara kerja PDAM dalam memenuhi kebutuhan air bersih, warga mulai secara swadaya melakukan uji coba dan merancang konsep. Pada akhirnya, konsep instalasi air bersih Desa Jejangkit Timur disetujui Pemerintah Kabupaten, dan dapat dilaksanakan dengan modal dari dana  desa.

Instalasi Air Bersih Desa Jejangkit Timur dimulai dengan biaya Rp. 250 Juta pada 2016, kemudian penambahan biaya Rp 250 Juta pada 2017, yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa. Dana itu kemudian digunakan untuk pengadaan pipa air dan prasarana pendukung sepanjang 5 Kilometer. Dengan keberadaan Instalasi Air Bersih ini, kini sekitar 150 kepala keluarga telah merasakan manfaat air bersih, atau sekitar 50% dari total kepala keluarga di Desa Jejangkit Timur. Target pemerintah desa, melalui BUMDes pada tahun 2019 ini keseluruhan warga sudah dapat menikmati fasilitas air bersih.

Pengelolaan Air Bersih melalui BUMDes ini dirasa sangat terjangkau dalam segi biaya, selama ini warga membayar Rp. 7000 per kubik atau setara dengan 1000/liter. Sistem perhitungan biaya yang digunakan pun telah lengkap, seperti yang digunakan PDAM yaitu dengan meteran. Usaha Desa ini menghasilkan Pendapatan Asli Desa rata-rata Rp. 4Juta per bulan.

Melihat keberhasilan dalam upaya menghadirkan air bersih bagi warga desa. Dalam rencana, BUMDes Jejangkit Timur akan mendirikan usaha baru yaitu air kemasan siap minum, sehingga akan lebih banyak menjangkau kebutuhan air minum di daerah sekitar.

Warga Desa Jejangkit Timur melalui Badan Usaha Milik Desa dan Pemanfaatan Dana Desa, telah membuktikan bahwa inovasi desa dapat diwujudkan selama ada kemauan untuk terus bergerak, membangun desa melalui inovasi dari kebutuhan atau persoalan yang terjadi di desa.

Dari Inovasi Desa Jejangkit Timur kita bersama belajar, bahwa desa mampu memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Semoga inovasi desa terus lahir di desa-desa dan memberi motivasi kepada seluruh desa, untuk terus berkembang dan berinovasi. Salam Desa Berdaya! [ Ryanstori ] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *