Peluang Usaha Ternak Ayam Di Desa

Peluang Usaha Ternak Ayam Di Desa

Permintaan akan konsumsi ayam potong di pasar kian tahun mengalami peningkatan. Misalnya kita bisa melihat kebutuhan data rata-rata sejak tahun 2015 hingga 2018, hanya mampu dipenuhi antara 40-55% artinya masih ada peluang rata-rata 50% dari kebutuhan ayam potong. Hal ini, yang kemudian sering menyebabkan harga ayam potong di pasar mengalami lonjakan sangat tinggi.

Seperti hukum ekonomi yang berlaku “permintaan mempengaruhi harga”. Permintaan yang tinggi, sedangkan pasokan kurang, maka harga akan tinggi. Kekurangan pasokan ini tentu menjadi peluang bagi Anda calon pengusaha sukses. Dan hal ini, berlaku bagi Anda yang berada di desa, untuk memenuhi kebutuhan dari ayam potong di daerah Anda.

Bagi Anda yang tertarik dengan usaha peternakan ayam potong. Anda tidak harus memulai dengan sekala besar. Anda perlu menghitung terlebih dahulu kebutuhan di daerah Anda, bisa melalui mengamati kebutuhan di pasar tempat tinggal Anda. Sehingga, Anda memiliki gambaran kebutuhan berapa ekor dalam satu hari.

Untuk hitungan atas biaya yang diperlukan dalam memulai usaha ternak ayam potong, berikut kami uraikan kebutuhan biayanya:

Modal Investasi Awal

  1. Pembuatan kandang Rp12.000.000
  2. Gasolek (4 buah) Rp2.400.000
  3. Tabung gas (4 buah) Rp1.200.000
  4. Tempat pakan (72 buah) Rp2.160.000
  5. Bohlam (18 buah) Rp450.000
  6. Pipa paralon (20 batang)  Rp1.200.000
  7. Sekop Rp50.000
  8. Tempat minum (48 buah)  Rp3.120.000
  9. Kabel (100 m) Rp200.000

Total Rp22.780.000

Modal investasi awal ini, akan berlaku selama usaha Anda, setidaknya jika tidak terjadi kerusakan. Artinya, biaya ini akan Anda keluarga sekali atau di awal memulai usaha.

Biaya Operasional Bulanan

  1. Anak ayam 3.000 ekor Rp3.000.000
  2. Pakan 10 karung Rp1.000.000
  3. Obat-obatan dan vaksin Rp700.000
  4. Gaji karyawan 2 orang Rp1.500.000
  5. Listrik, air, telepon Rp300.000
  6. Isi tabung gas Rp300.000

Total Rp6.800.000

Biaya operasional bulanan, adalah biaya yang akan keluar setiap bulan. Hal ini besarannya adalah asumsi atau gambaran kasar, Anda dapat melakukan pengecekan harga dan biaya gaji sesuai daerah Anda.

Asumsi Pendapatan per Bulan

Pendapatan

= asumsi ayam hidup 2.000 ekor x Rp15.000 (umur ayam 30 hari)

= Rp30.000.000

Keuntungan

= pendapatan – biaya operasional bulanan

= Rp30.000.000 – Rp6.800.000

= Rp23.200.000

Catatan: Dalam asumsi biaya di atas, di sini Anda tidak menambahkan biaya tempat, karena Anda telah memiliki tempat atau lahan untuk pembuatan kandang. Sehingga, Anda dapat lebih menghemat biaya.

Dari uraian biaya di atas, semoga Anda mendapatkan gambaran untuk memulai usaha ayam potong di desa Anda. Kebutuhan ayam potong akan terus meningkat, dan saat ini banyak perusahaan atau lembaga yang juga dapat dijadikan mitra dalam melakukan ternak ayam. Anda dapat mencari informasi di daerah Anda, tentang perusahaan atau lembaga yang dapat Anda ajak kerja sama, sehingga modal Anda dapat berasal dari pihak ketiga, yang perlu Anda siapkan adalah tempat dan tenaga kerja.

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat, dan dapat menjadi referensi usaha Anda. Salam sukses. [ ryanstori ] 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *