Potensi Desa Pertanian 4.0

Potensi Desa Pertanian Di Industri 4.0

Bagi mayoritas kalangan muda sektor pertanian dianggap sebagai sektor bisnis yang kurang menarik. Sehingga muncul anggapan bahwa sektor pertanian adalah sektor bisnis yang dikerjakan oleh generasi tua, atau sektor pedesaan. Generasi muda melihat sektor pertanian sebagai sektor bisnis yang melelahkan, berkecimpung di sawah atau ladang dan kotor.

Anggapan bahwa sektor pertanian adalah sektor bisnis yang kurang menjanjikan dan tidak menarik bagi generasi muda adalah peluang yang bisa kita ambil. Karena anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, sektor pertanian justru sektor yang sangat berpotensi dan memiliki keberlanjutan yang sangat panjang.

Mengapa memiliki potensi yang besar? Karena sektor pertanian menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan oleh masyarakat luas, sektor pertanian menghasilkan bahan pangan dan manusia membutuhkan pangan sebagai kebutuhan pokok.

Selama manusia hidup, selama itu bahan pangan dibutuhkan, maka sektor pertanian sebagai penghasil bahan pangan bagi manusia akan terus ada, sehingga dapat dikatakan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang berkepanjangan.

Tentu melihat hal ini kita bisa menangkap peluang yang sangat besar dari sektor pertanian, mengingat generasi muda yang tidak tertarik di sektor pertanian berarti sektor pertanian belum banyak digarap dengan balutan perkembangan teknologi pertanian, sehingga menjadi peluang untuk mengambangkan sektor pertanian dengan teknologi terbarukan.

Seperti kita ketahui bersama, saat ini dunia telah memasuki Era Industri 4.0, era ini ditandai dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan teknologi dan informasi serta internet di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Keberadaan era industri 4.0 tentu saja menjadi peluang dan tantangan bagi keberlanjutan sektor pertanian atau desa sebagai tempat sektor pertanian berada dan dikerjakan.

Sehingga perlu kejelian dan keberanian untuk menangkap peluang Era Industri 4.0 di sektor pertanian. Peluang yang dimaksud seperti transformasi dalam pengelolaan industri pertanian tradisional menuju industri pertanian dengan penerapan teknologi pertanian.

Dengan penggunaan teknologi dalam industri pertanian dapat meningkatkan jumlah dan kualitas produksi dari industri pertanian yang dijalankan. Pekerjaan-pekerjaan di sektor pertanian juga dapat dibuat lebih sederhana dan efisien.

Tentu saja menghadirkan teknologi dalam sektor pertanian memberikan tantangan tersendiri, hal ini karena dalam pengenalan atau penggunaan teknologi perlu adanya  Sumber Daya Manusia yang mampu mengoperasikan peralatan pertanian tersebut, sehingga perlu adanya pelatihan dan pengenalan secara serius.

Dalam jangkauan yang lebih luas, Era Industri 4.0 di sektor pertanian juga harus ditangkap oleh pemerintah dan masyarakat secara umum khususnya para petani. Perlu adanya keterbukaan dan kemauan masyarakat untuk beralih menuju Era Pertanian yang modern.

Pemerintah harus hadir untuk memberikan sarana pelatihan, permodalan serta pendampingan yang berkelanjutan guna terwujudnya Sektor Pertanian  yang mengusung tema besar Era Industri 4.0, dengan peran serta masyarakat dan pemerintah yang saling berkesinambungan maka sektor pertanian bisa menjadi sektor yang memberi manfaat besar.

 

Di Indonesia saat ini melalui pemerintah pusat telah menggulirkan program Dana Desa, program ini difokuskan untuk pengembangan potensi dan ekonomi desa. Tentu saja program ini menjadi angin segar bagi pemerintah desa dan warga desa, terlebih lagi desa yang memiliki potensi pertanian.

Desa dengan potensi pertanian dengan adanya program dana desa dapat melakukan upaya-upaya mengangkat potensi sektor pertanian dengan dana desa. Dapat membuat sebuah ide bisnis melalui BUMDES di sektor pertanian, atau membuat kawasan bercirikan pertanian. Sektor bisnis pertanian yang bisa dicoba misalnya;

 

  • Pertanian Hidroponik

 

Pertanian Hidroponik belakangan menjadi tren pertanian di Dunia tidak terkecuali di Indonesia. Dengan pertanian Hidroponik kawasan atau desa yang memiliki lahan kurang baik untuk bercocok tanam dapat diatasi. Selain hanya mengandalkan air, pertanian hidroponik juga lebih hemat lahan.

Pertanian hidroponik juga menarik secara bentuk, dan lebih dapat dibuat variasinya, maka tidak heran jika pertanian hidroponik juga dapat dijadikan sebagai tempat tujuan wisata. Sehingga selain pendapatan dari sektor pertanian ada pendapatan lain yaitu dari kunjungan wisatawan.

 

  • Pertanian organik

 

Kesadaran masyarakat akan kebutuhan pangan sehat mendorong adanya pertanian organik. Pangsa pasar pertanian organik terus tumbuh setiap tahunnya, seiring dengan pertanian organik yang menjadi tren gaya hidup sehat.

Pertanian organik sangat mungkin dikerjakan di desa, hal ini juga dapat menjadi ciri kawasan organik, kawasan tanpa bahan kimia, sehingga dapat menjadi desa percontohan dan tidak menutup kemungkinan diangkat sebagai desa wisata organik.

Dari dua contoh sektor pertanian yang menjadi tren yaitu Pertanian Hidroponik dan Pertanian Organik, kita bisa memulai pertanian di era industri 4.0. Tentu saja tidak sebatas pada dua contoh tersebut, kembali lagi bahwa setiap desa memiliki potensinya masing-masing, dan potensi sektor pertanian masih sangat besar untuk dikembangkan dengan perkembangan teknologi. [ Ryanstori ] 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *