Kampung Melo

Wisata Tradisi dan Budaya di Kampung Melo

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar nama tempat Labuan Bajo? Ya, bayangan Anda akan menuju Taman Nasional Pulau Komodo. Benar adanya, Labuan Bajo yang memiliki keindahan alam dan bahari, serta memiliki satwa reptil raksasa di dunia itu, memang sudah lekat dengan ciri sebagai bagian dari Taman Nasional Pulau Komodo.

Selain, kaya akan wisata alam dan bahari. Labuan Bajo juga kaya akan tradisi dan budaya. Hal ini kemudian menjadi salah satu daya tarik dan potensi wisata yang dapat dikembangkan. Salah satunya, telah dikembangkan oleh warga di Kampung Melo; menghadirkan wisata tradisi dan budaya.

Kampung Melo terletak di Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Untuk sampai di Kampung Melo, dari pusat Kota Labuan Bajo, Anda masih harus menempuh perjalanan sekitar 20 KM. Rutenya melalui Jalan Trans Flores, dengan 30 menit perjalanan, kemudian mendaki menuju bukit di mana Kampung Melo berada.

Dalam, pendakian Anda akan menikmati pemandangan alam yang begitu memesona. Menyaksikan alam yang begitu asri dan terjaga. Hal ini tidak lepas dari cara hidup Warga Kampung Melo yang masih memegang tradisi dan hidup menyatu dengan alam sekitar.

Ketika Anda akan memasuki ke kampung Melo, Anda akan disambut dengan ritual adat dan tradisi di pintu gerbang masuk kampung, oleh warga kampung. Anda akan disambut oleh Ketua adat beserta penduduk lokal, mereka menyambut secara adat dengan ramah disertai iringan musik tradisional.

Lalu, sebuah selendang khas Kampung Melo, akan dikalungkan kepada Anda sebagai tamu wisata, hal ini menandakan mereka telah menyambut Anda dan menerima keberadaan Anda dengan gembira. Kemudian, Anda akan diajak menuju sebuah rumah utama yang berada di tengah kampung, rumah ini disebut sebagai Rumah Gendang. Kemudian, Anda akan menjalani ritual adat; ketua adat akan membaca mantra dalam bahasa setempat, sebagai tamu Anda akan diberi minuman khusus; berisi sopi dan pinang sirih.

Setelah acara penyambutan selesai, Anda dapat membaur dengan warga, menikmati alam yang asri dan menjadi bagian dari tradisi dan budaya mereka. Salah satunya Anda bisa menikmati atau belajar Tarian yaitu Tari Caci. Tari Caci adalah wujud rasa syukur masyarakat kepada leluhur dan Tuhan saat mengalami kebahagiaan, seperti panen raya atau kesembuhan dari suatu penyakit.

Tari Caci Memiliki arti satu lawan satu. Sehingga dalam tarian ini,  disajikan seperti adegan tarian perang antara dua pemain. Tarian ini syarat muatan filosofis, kehidupan warga Melo kepada leluhur dan alam. Keberadaan alam yang asri, tradisi serta budaya yang terjaga, pada akhirnya menjadikan Kampung Melo memiliki ciri tersendiri, yang mendatangkan manfaat ekonomi dari kegiatan atau kunjungan para wisatawan.

Melalui Kampung Melo, kita bersama belajar, betapa kaya negara kesatuan republik Indonesia akan warisan tradisi dan budaya. Dan kita belajar, bahwa potensi dari tradisi dan budaya pun adalah magnet dan daya tarik bagi industri desa wisata. Semoga pengetahuan tentang kampung Melo ini dapat memotivasi kita untuk lebih giat mengembangkan desa kita dan memberikan manfaat. Terima kasih, salam.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *